Cara Membeli Properti di Australia

Pembelian property di Australia berbeda dengan Indonesia. Untuk pembelian property brand new/baru biasanya hanya meminta down payment/uang muka sebesar 10% saja, lalu pelunasannya dilakukan saat pembangunan telah selesai. DP 10% ini tidak dibayarkan kepada developer melainkan dibayarkan ke trust account yaitu account bank pengacara yang diawasi langsung oleh pemerintah.

Uang DP tersebut hanya bisa diambil oleh developer apabila bangunan yang mereka bangun telah selesai. Setelah bangunan tersebut selesai, pembeli bisa membayarkan pelunasannya. Bisa dengan tunai ataupun cicilan. Apabila kita ingin membeli dengan cara mencicil maka kita harus mengajukan mortgage sebelum leat dari 6 bulan dari waktu pelunasan.

Perlu diingat WNA hanya boleh menjual propertinya kepada warga negara Australia, PR/Permanent Resident atau Temporary Resident.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan apabila kita ingin membali property di Australia :

1. FOREIGN RESIDENT

WNA yang tinggal di Australia kurang dari 6 bulan dan sering atau pergi rutin ke Australia. Mereka mendapatkan izin untuk membeli 3 tenis properti yaitu :

  1. Properti baru.
  2. Tanah kosong, tetapi harus dibangun sebelum 4 tahun.
  3. Properti lama yang sudah tidak layak huni dan harus direnovasi total.

2. TEMPORARY RESIDENT

WNA yang telah mempunyai izin tinggal selama 1 tahun. Mereka bisa membeli 1 property sekunder dan Hanya untuk digunakan sendiri, tidak boleh disewakan.

Apabila saat mencicil pembeli mengalami kesulitan keuangan, pembeli harus melapor dan segera menjual haknya kepada pembeli international lainnya agar tidak kehilangan uang depositnya. Ini harus dilakukan sebelum serah terima properti tsb. Maka perhatikan dengan teliti dari awal kita membeli, di dalam contract sale harus terdapat pasal tentang hak pembeli untuk dapat menjual lagi propertinya sebelum serah terima.

Banyak sekali orang indonesia yang membeli property di Australia untuk tempat tinggal anak-anak mereka yang sedang bersekolah disana. Mereka merasa membeli property di Australia jauh lebih menguntungkan dibandingkan menyewa kamar untuk anak mereka. Kebanyakan dari mereka membeli unit apartemen tetapi tidak jarang juga yang membeli rumah. Dengan membeli mereka bisa juga menggunakannya sebagai tempat menginap keluarga saat mengunjungi anak.

Bahkan bagi yang mempunyai uang lebih dan memiliki izin yang ayak, mereka membeli apartemen atau rumah dengan 2 atau 3 kamar tidur, yang nantinya kamar disewakan lalu uang hasil sewa digunakan untuk membayar cicilan. Rata-rata keuntungan sewa yang mereka dapat 6% setiap tahunnya. Artinya tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk melunasi property yang dibeli. Setelah anak lulus sekolah, mereka bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dengan kenaikan rata-rata 10% tiap tahunnya.

Membeli property dengan jaminan sewa yang panjang akan lebih baik. Membeli apartemen dengan jaminan sewa yang panjang 3 sampai 5 tahun adalah property yang sansat bagus untuk dimiliki oley WNA, karena developer akan bekerjasama dengan operator serviced apartement untuk menyawakan unit tersebut. Developer mempunyai data yang baik untuk pasar rentalnya. Pendapatan sewanya real dan kuat, bukan didapat dari hasil subsidi silang dengan harga jual.

Belilah properti di prime area, area elit. Sehingga memiliki fasilitas lengkap, dekat dengan restoran/cafe dan mempunyai daya tarik. Ini adalah merupakan area dimana pasar sewanya bagus dan kuat, dan mudah untuk dijual kembali dengan harga yang bagus.

Tingginya penjualan properti baru di Australia membuat market sewa menjadi sangat kompetitif. Maka belilah properti mewah karena harga sewanya tidak jauh berbeda sehingga penyewa lebih memilih properti yang mewah dibanding properti biasa.

Sumber : https://www.carirumahbaru.com

Share This

Follow Us