Diramalkan Jadi Kota Mirip Jakarta, Properti di Bekasi Diburu

Pengamat properti David Cornelis mengatakan proyek hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal menjadi proyek yang paling diminati. Hal tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku di industri ini untuk mengisi proyek ke dalam portofolio investor properti.

"Kebijakan ekonomi pemerintah terbaru bertujuan meningkatkan investasi dengan mendorong pembangunan properti bagi masyarakat dan mengintensifikasikan pembangunan infrastruktur transportasi massal," katanya di Bekasi, Minggu, 15 April 2018.

Menurutnya, setidaknya ada beberapa lokasi yang dapat menjadi perhatian dan berpotensi menjadi lokasi favorit, salah satunya adalah Bekasi. Beberapa pengembang baik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), telah lama mengincar kawasan Bekasi untuk dijadikan tujuan investasi dalam mengembangkan proyek properti.

Direktur Utama PT Adhi Persada Properti Agus Sitaba mengatakan perusahaannya telah memprediksi bahwa Bekasi akan menjadi kota besar mirip dengan Ibu Kota Jakarta. Apalagi saat ini sedang dikebut beberapa proyek infrastruktur penunjang transportasi di wilayah timur Jakarta.

"Kami yakin Bekasi akan sangat potensial dalam pengembangan proyek properti," kata Agus di Bekasi, Ahad, 15 April. PT Adhi Persada Properti yang merupakan anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sendiri tengah mengembangkan LRT City Bekasi Timur. Saat ini sudah berdiri tiga tower untuk hunian dan komersial.

Menurut Agus, total luas lahan yang di kawasan LRT City Bekasi Timur seluas 15 hektare, 6 hektare bakal digunakan sebagai depo LRT, sedangkan 9 hektare lain dikembangkan untuk hunian dan kawasan komersial. Posisi lahan yang menjadi satu dengan Stasiun LRT, kata dia, akan menjadi pilihan masyarakat dalam mencari hunian, dikarenakan jaraknya yang dekat dan terintegrasi dengan sistem transportasi.

Agus Sitaba mengatakan enam hektare untuk pembangunan depo LRT dikembalikan kepada negara melalui induk usaha, yaitu PT Adhi Karya, dalam bentuk penyertaan modal negara (PNM). Adapun pembangunan depo tersebut memerlukan lahan seluas 11 hektare, dan saat ini sedang dalam proses penyiapan lahan.

"Adanya beberapa masyarakat yang menempati lahan tersebut, membuat progres pembangunan depo terlambat," kata dia. Namun proses sosialisasi telah dilakukan, baik oleh Kementerian Perhubungan maupun dari Badan Pertanahan Nasional. Depo LRT di Bekasi Timur ini, merupakan bagian dari proyek LRT Jabodebek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Vasanta dan HIPPINDO Bersinergi Hadirkan Destinasi Wisata Baru

Progres Pembiayaan Perumahan TA 2019 Dan Target 2020

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Islam '45 Bekasi, Harun Al Rasyid, mengatakan perkembangan Bekasi saat ini, tidak lagi hanya berperan sebagai penopang Jakarta, tapi sedang mengarah pada sebuah kota metropolis. "Gencarnya pembangunan berbagai infrastruktur di Bekasi, terutama di bidang transportasi memberikan pengaruh signifikan," kata Harun.

Menurutnya, dengan adanya LRT, jalan tol Becakayu, serta elevated tol Jakarta-Cikampek, akan mengurangi tingkat kemacetan yang setiap hari terjadi di jalan-jalan menuju Jakarta. Pembangunan proyek tersebut juga dapat memberikan stimulus bagi perkembangan ekonomi daerah. "Transportasi yang memadai dan nyaman, meningkatkan jumlah kaum suburban ini," kata dia.

Kondisi ini tentunya akan menjadi pasar potensial bagi kalangan usaha, terutama di sektor properti. Jumlah penduduk yang melimpah, tentu membutuhkan sarana hunian, maupun sarana lain yang mendukung, misalnya hiburan, makanan, dan lain-lain.

 

sumber : bisnis.tempo.com

Share This

Follow Us