Neogotik, Gaya Arsitektur Gotik Ala Indonesia

Sekarang kita mau ngobrolin tentang Gotik. Bukan yang artis itu, tapi ini tentang arsitektur gotik yang merambah ke Indonesia. Mengutip dari laman Kompas.com, dulu arsitektur gotik menjawarai Eropa sekitar 4 abad. Tersebar di Perancis, Inggis, Eropa Tengah, Skandinavia dll. Tentu saja digunakan pada beragam bangunan baik rumah maupun peribadatan.

Ciri yang kelihatan banget dari gotik di Eropa adalah menara, terutama pada abad pertengahan. Atap gedung dibuat menjulang tinggi. Dan biasanya diterjemahkan ke dalam bangunan yang monumental. Misal saja gereja, untuk menggambarkan kebesaran Tuhan.

Patung-patung juga menghiasi bangunan sebagai dekorasi. Ini juga merupakan hal yang khas dari bangunan gotik. Sebenarnya patung-patung berguna sebagai penyalur air hujan agar tak langsung membasahi bangunan.

Gaya gotik di Indonesia, sebut saja neogotik, dibawa oleh arsitek Belanda pada tahun 1920-an oleh CPW Schoemaker serta H Maclaine Pont. Arsitek tersebut banyak mendirikan berbagai bangunan yang kini jadi monumen di kota-kota besar seperti Batavia, Bandung, Semarang, dan Surabaya.  Contoh bangunan neogotik di Indonesia ada di Gereja Katedral Jakarta.

Karena keterbatasan dalam pembangunan, bangunan gotik di Indonesia pada masa itu dibuat yang lebih gampang dan efisien. Bahan bangunannya pun menggunakan material beton bertulang. Jadi bangunannya lebih ramping. Permainan molding menggantikan relief yang rumit.

Namun garis besarnya tetap sama, seperti menara dan atap yang menjulang tinggi. Kaca patri juga tetap dipertahankan pada jendela bangunan. Maka disebut neogotik. 

Rumah juga bisa lho di desain neogotik? Mau, nanti carirumahbaru cariin. Kunjungi CariRumahBaru.com

Share This

Follow Us